201605.31
0
0

Jurus Jitu UMKM Banyuwangi Manfaatkan Internet Untuk Berpromosi

Banyuwangi – Berbelanja sambil internetan di Banyuwangi ya pastinya di Osing Deles (OD). Outlet UMKM yang menjual produk kaus kata-kata Using (suku khas Banyuwangi) ini, selalu menjadi jujugan wisatawan domestik dan mancanegara. Tak hanya kaus, jajanan khas Banyuwangi dijual di outlet yang berada di Jalan Agus Salim Banyuwangi ini.

Outlet yang berdiri sejak tahun 2013 ini memang tergolong baru. Namun magnet oleh-oleh yang pastinya dibutuhkan wisatawan, menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi outlet OD ini berada di jantung kota Banyuwangi. Bangunan megah dan ruangan ber-AC menambah kenyamanan saat berbelanja oleh-oleh. Wisatawan yang lelah setelah berkeliling destinasi wisata di Banyuwangi langsung disambut dengan minuman hangat dan jajanan khas Banyuwangi. Sambil duduk dan menunggu rekan dan keluarga berbelanja, bisa menikmati internet untuk bersantai.

Dikenal dengan kaus bermain kata-kata, OD ngetrend dengan kaus bertema magis. Salah satunya, beberapa seri kaus yang bertemakan Santet Banyuwangi. Santet dituangkan menjadi desain kaus dengan kata-kata yang unik dan banyak diminati orang. Ada kaus dengan tulisan ‘1 2 3 Santet Semuanya’, ’86 Santet Bos’, ‘Kejar Daku, Kau Kusantet’, ‘Raja Santet’, ‘Cinta Ditolak, Santet bergejolak’, ‘Arisan Santet’, ‘Santet Addict’ serta ‘Santet Ping Me’, dan masih banyak yang lainnya. Harganya pun murah hanya Rp 100 ribu saja per item.

“Setiap seri kami hanya mencetak satu lusin. Selanjutnya kita tak mencetak lagi. Kaus santet memang kita cetak awal dan melambungkan nama Osing Deles,” ujar Zunita, owner Osing Deles kepada detikcom, Selasa (10/5/2016).

Media sosial memang sangat membantu berkembangnya UMKM ini. Melalui berbagai media sosial dan website, OD semakin dikenal wisatawan luar daerah. Tak hanya langsung menawarkan produknya, OD lebih memilih berpromosi lewat media sosial dengan edukasi dan informasi segala rangkaian event Banyuwangi Festival yang digelar Pemkab Banyuwangi.

“Selayaknya UMKM memiliki metode marketing modern yang berbasis lokal. Memanfaatkan media sosial dengan tidak gamblang menawarkan produk paling disukai oleh masyarakat. Namun terpenting adalah OD merupakan kaus identitas Banyuwangi dan masyarakat harus bangga memakai kaus Banyuwangi,” tambahnya.

Tak hanya media sosial, kerja sama dengan berbagai pihak dilakukan OD untuk menumbuhkan UMKM ini. Salah satunya adalah kerja sama dengan Telkomsel dengan cara menukar poin untuk mendapatkan discount produk dari OD. Selain itu, kerja sama dengan destinasi wisata yang berbasis masyarakat.

“Kita gandeng semua pihak untuk membangun UMKM ini. Dan support dari pemerintah sangat kita rasakan. Kita terbantu dengan banyaknya titik wi-fi di Banyuwangi. Sehingga dimanapun kita up-load produk kami pasti bisa,” pungkasnya.

Sejak tahun 2013 lalu, Pemkab Banyuwangi dikenal dengan kota digital society. Sebanyak 1.500 titik WiFi disebar di berbagai tempat di seluruh Banyuwangi. Abdullah Azwar Anas selaku Bupati Banyuwangi yang saat ini masih menjabat, sangat percaya bahwa teknologi adalah gerbang kemajuan. Bupati Banyuwangi ini kemudian memperkenalkan konsep digital society yang diharapkan mampu membuat Kabupaten Banyuwangi semakin maju.

“Penebaran titik WiFi tersebut diharapkan agar masyarakat dapat mengakses informasi dan ilmu pengetahuan dengan mudah selama berada di Banyuwangi. Selain itu tujuan penebaran titik WiFi adalah demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dari pemerintah terhadap warganya. Warga juga bisa berpromosi dengan mudah dengan adanya internet,” ujar Bupati yang membawa Banyuwangi memiliki banyak prestasi ini.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *