201606.13
0
0

Pemerintah dorong UKM gabung e-commerce dan tembus pasar dunia

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mengawal Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk masuk ke dalam bisnis e-commerce. Pengawalan ini nantinya akan berprospek pada penjualan secara internasional.

“Kita akan bekerja sama dengan marketplace lainnya untuk go internasional. Ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar mereka,” ujar Wayan di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (9/2).

Wayan mengakui, saat ini kontribusi ekspor UKM mengalami penurunan. “Ekspor kita dari UKM sempat tinggi sebesar 20 persen tapi sekarang hanya 16,6 persen,” katanya.

Masuk dalam jual beli online internasional dipercaya akan meningkatkan kontribusi ekspor UKM, salah satunya bawang goreng. Saat ini Kemenkop telah mengajak perusahaan e-commerce asal Korea Selatan yakni Qoo10 untuk mempromosikan produk UKM tersebut.

“Mereka (Qoo10) mengajak beberapa perusahaan di Korea melalui CSR-nya untuk mengawal. Mereka siap mengawal 500 produk UKM di Indonesia, mulai dari supporting tech, improving kualitas, packing sampai ke akses pasar,” jelas dia.

“Beberapa produk yang sudah dikawal selain Bawang Goreng yakni Kopi, Emping Melinjo. Itu yang dikawal Korea,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *