201606.13
0
0

Belum melek teknologi, pengusaha UKM sulit beralih ke online

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Wayan Dipta meminta kepada pelaku UKM untuk beralih mempromosikan produknya dari konvensional marketing ke bisnis online. Namun, keterbatasan infrastruktur jaringan teknologi terhadap pelaku industri UKM masih menjadi kendala.

Dengan cara marketing ini, para pelaku UKM bisa melakukan ekspansi dalam meluaskan pangsa pasar produk mereka.

“Tantangannya e-commerce adalah soal infrastruktur jaringan dan kedua soal knowledge pelaku UKM (dengan IT). Karena belum semua pelaku itu melek internet,” ujar dia di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (9/2).

Selain masalah infrastruktur, kata dia, pemahaman terhadap bahasa asing juga menjadi kendala para pelaku UKM. Akibatnya, para pelaku UKM harus melalui pihak lain dalam berinteraksi dengan pembeli dari luar negeri.

“Bahasa. Jadi kendala mereka adalah Bahasa Inggris. Mereka itu harusnya tahu Bahasa Inggris. Kan enak kalau mereka udah bisa berinteraksi langsung ama buyer asing,” kata dia.

Selain itu, lanjut Wayan, tantangan lain bisnis e-commerce adalah soal keamanan sistem. Menurut dia, keamanan adalah prioritas dari seorang pembeli saat bertransaksi online.

“Soal safety ini penting kalau tidak ada safetynya kedua belah pihak baik penjual atau pembeli bisa bermasalah. Aturan transaksi e-commerce juga penting untuk diangkat supaya UKM paham,” pungkas dia.

Sumber : merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *